Apakah Anda Right Response?
Apakah Anda Right Response?

Di ceritakan ada dua malaikat. Malaikat tua dan malaikat muda yang sedang berjalan-jalan menyamar menjadi manusia. Mareka menyamar jadi orang dengan pakaian compang-camping. Satu berwujud anak kecil dan satunya lagi berwujud orang dewasa.
 
Di suatu malam, mereka memutuskan untuk mengetuk sebuah pintu rumah yang sangat mewah. Rumah itu milik seorang jutawan terkenal di kota itu. Tapi si jutawan itu benar-benar sangat kikir, jahat dan juga serakah. Dan tatkala membuka pintunya, si jutawan langsung kesal memandang wajah dua orang berpakaian compang-camping itu. Dengan memelas akhirnya dengan berat hati si jutawan itu memberinya tempat tinggal di ruang bawah tanah yang lantainya sudah retak dan juga sempit.
 
Keesokan harinya, sebelum meninggalkan rumah mewah itu, malaikat tua membuat lantai yang penuh lubang itu menjadi lantai marmer yang sangat mengkilap dan indah. Malaikat muda pun protes, "Mengapa engkau mau menolong si jutawan kikir itu?!" Maka malaikat tua menjawab, "Apa yang kamu lihat, sering kali tidaklah seperti yang kamu pikirkan".
 
Dan keesokan harinya lagi, 2 malaikat itu berkelana ke kota lain. Di kota lain itu, mereka menginap di rumah penduduk yang sangat miskin. Kali ini, sungguh berbeda. Mereka diterima dengan sangat baik yang ternyata si pemilik rumah adalah seorang petani. Bahkan si petani ini memberikan tempat tidurnya yang hangat buat mereka. Sementara si petani dan sekeluarga tinggal di lantai beralaskan jerami. 
 
Keesokan harinya, saat mau meninggalkan rumah tersebut, malaikat tua akhirnya memutuskan untuk membunuh sapi yang merupakan satu-satunya kekayaan yang berharga milik keluarga miskin itu. Jelas saja, hal ini membuat malaikat muda semakin berang! "Mengapa engkau begitu jahat?! Bukankah yang seharusnya dihukum adalah si jutawan kemarin, bukan keluarga miskin ini!". Kembali dengan tenang, malaikat tua berkata, "Apa yang kamu lihat, sering kali tidaklah seperti yang kamu pikirkan".
 
 
Halooo Sahabat…!
Semoga Anda dalam keadaan sehat dan tetap antusias dalam menjalani aktivitas setiap harinya ^.^
Setelah makan siang, ingat jangan dulu mengantuk… Tapi jika mengantuk bacalah artikel ini yang bisa Anda jadikan sebagai Mood Booster untuk beraktivitas hari ini. Hanya butuh 5 menit ko untuk membaca ini ^.^
 
Nah, tibalah saatnya bagi saya untuk membeberkan alasan dibalik aksi yang dilakukan malaikat tua tadi. Tahukah Anda saat malaikat tua mengganti lantai yang penuh lubang dan sudah retak itu menjadi lantai marmer yang sangat indah? Karena ternyata malakait tua itu melihat sebongkah emas diantara retakan lantai. Nah, karena si jutawan itu kikir dan serakah, rasanya tidak pantas bagi dia untuk mengambil emas itu. Maka, malaikat itu memutuskan untuk menutup rapat dengan lantai mamer yang tidak bisa dibukanya
 
Dan mengapa malaikat tua itu membunuh sapi milik keluarga miskin, karena alasan yang sederhana. Ternyata malaikat tua melihat malaikat pencabut nyawa yang sudah menunggu untuk bersiap mencabut nyawa istri si petani itu. Malaikat tua merasa bahwa keluarga ini telah sangat menderita. Akhirnya malaikat tua tawar-menawar dengan malaikat pencabut nyawa agar tidak jadi membunuh istri petani itu dan lebih baik membunuh sapi berharga milik keluarga. Karena si istri yang sangat dibutuhkan oleh si petani beserta anak-anaknya.
 
Nah sahabat, 
Jadi, apa yang kita lihat, tidaklah seperti apa yang kita pikirkan.
Begitulah yang terjadi tatkala kita bertemu dengan orang-orang yang tidak menyenangkan (biasanya atasan atau senior) atau berada di lingkungan kerja yang menurut Anda banyak tekanan.
 
Sebenarnya dari cerita 2 malaikat tadi adalah mengajarkan kita tentang respons dari apa yang terjadi dalam hidup kita. Apakah itu masalah atau suatu hal yang baik. Banyak orang yang menganggap masalah itu sebagai proses pembelajaran hidup namun ada juga yang menganggapnya benar-benar beban yang tidak ada timbangannya hehehe. Ada yang menganggap bahwa suatu hal yang baik itu harus diwarnai dengan suka cita dan kegembiraan. Tapi ada juga yang menganggap bahwa suatu hal yang baik  itu harus di ekspresikan dengan tetes air mati dan menyendiri.
 
Namun yang harus diingat adalah, "Hidup adalah 10% dari APA yang terjadi pada Anda, dan 90% BAGAIMANA Anda menanggapi apa yang terjadi pada Anda "
 
Dari cerita tadi, Saya belajar bahwa ada 2 macam respons dalam hidup ini: Left Response dan Right Response. Mari kita pelajari satu per satu!
 
*Left Response
Kebanyakan manusia di muka bumi ini melakukan Left Response loh ternyata (Ya, karena saya sering melakukannya juga, tapi sekarang sedikit berkurang hehe)

Blaming: Saat ketemu yang namanya masalah, mereka selalu menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi, bahkan menyalahkan Tuhan. Gak tanggung-tanggung kan.. mungkin inilah yang menjadi dasar adanya sinetron "Hidayah" saat bulan Ramadhan.

Excuses: Saat terjadi sesuatu, mereka selalu mencari alasan sehingga tidak menjadi pihak yang salah. pokoknya alasan adalah TOP senjata yang sudah dipersiapkan. Karena anggapan mereka adalah mereka selalu benar.

Complaining: Saat ketemu masalah, selalu saja pemikiran dan kata-kata negatif yang keluar dari dirinya. Bahkan saat tidak ada masalah pun tetap saja kata-kata yang dikeluarkannya negatif. Lebih bahaya lagi, dirinya melakukan self talk dengan perkataan negatif!
 
Nah, mulai sekarang hindari BEC! Sebaiknya kita harus melakukan yang dibawah ini!

*Right Response
Right Response adalah berprasangka baik dalam setiap apa yang terjadi yang menimpa diri. Dan sedikit kan orang yang melakukan seperti itu hehe. Tapi saya yakin Anda adalah termasuk orang-orang yang melakukan Right Response.
Mulai dari sekarang lakukan "IGO"
Introspect: Pertama kali yang dilakukannya jika ada masalah atau sesuatu yang menimpa dirinya, dia akan introspeksi diri sendiri, melihat apa yang harus diperbaiki dari dirinya untuk menjadi lebih baik.

Grateful: Ia selalu belajar bersyukur karena Tuhan selalu memberikan anugerahNya, sehingga ia begitu positif dalam hidup ini. Tatkala masalah menghampirnya pun yang dia lakukan adalah tetap bersyukur bahwa ternyata Tuhan masih memperhatikan dirinya. Itulah yang menghantarkan dirinya menjadi sosok yang tidak mempunyai beban dalam hidupnya.

Ownership: Ia percaya bahwa ia-lah yang paling bertanggungjawab atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Ia punya rasa memiliki yang tinggi untuk hidupnya. Dalam bekerja pun dia memiliki rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaannya sebagai karyawan. Tidak sering mengeluh, karena dia merasa memiiki tugas itu dan benar-benar ingin menyelesaikannya.

Jika kita selalu Left Response, maka kita akan selalu BEC (bukan mall khusus jual beli HP di bandung ya hehe)... selalu Backward atau mundur dalam hidup, sehingga kita menjadi Loser dalam Sekolah Kehidupan ini. Sebaliknya, saat kita harus membiasakan diri untuk selalu Right Reponse, maka kita akan selalu IGO... selalu Forward atau maju terus dalam Sekolah Kehidupan ini, sehingga kita menjadi Winner dan mendapat predikatcumlaude dalam setiap ujian di sekolah kehidupan.

So, Respons mana yang Anda pilih? 
 
 
Have A Great Day!
 

Ahmad Madu

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment