Persiapkan Amunisi Penjualanmu
Persiapkan Amunisi Penjualanmu

Haloo Sobat, Salam antusias buat anda. Semoga selalu dipermudah segala urusan dan setiap harinya membawa hasil yang lebih baik.

Pagi ini saya ingin berbagi kepada anda tentang seorang salesman yang pandai bersandiwara terhadap atasannya atau mungkin konsumennya. So, kalau anda seorang salesman, apakah anda pernah melakukan ini? Simak baik-baik ya sobat.

Sebutlah namanya Joni. Seorang salesman yang menjual produk motor ternama yang sangat laku dipasaran. Setiap paginya joni melakukan briefing bersama dengan leadernya. Dan biasanya pada saat briefing para salesman mendapatkan luapan api emosi leader tatkala mereka tidak mencapai target prospek atau yang deal pada hari itu. Ya, layaknya dikeramasin. Karena salesman mempunyai mental baja, mau di omelin berapa ribu pun sepertinya santai saja tanpa beban. Mungkin yang mereka lakukan pada saat terkena omel adalah memainkan HP. Atau menunduk seperti merenung atas apa yang terjadi padahal dalam hati aarrrggghhh banyak cingcong nih leader, buruan deh udah mau tidur lagi ni. Tapi semoga Anda sebagai sales tidak pernah mengatakan hal tersebut.. hehehe.

 

HP senjata Salesman

Seperti yang sering diingatkan leader si joni. Dengan konsisten dia selalu memberikan nasehat, sebelum bertemu dengan konsumen persiapakan semua persenjataan. Seperti menyiapkan brosur, pricelist, katalog, report stok barang dan lain-lainnya. Dan jangan lupa setiap hari harus dan wajib fardu ain untuk bertemu konsumen sebagai bahan prospek. Nah... yang menarik adalah tatkala Leader bersabda harus mempersiapkan ini itu sampai berbusa, yang dilakukan salesman adalah : mengeluarkan HP lalu mencatat semua yang dikatakan oleh Leader kepadanya. Syukur kalau benar mencatat, kalau hanya acting? Ingat para salesman pandai bersandiwara.hehe.

Jika pada leader seorang salesman cukup mengeluarkan HP saja kemudian beres, bagaimana mereka bertemu dengan konsumen? apakah masih mengandalkan HP. Iya sih, banyak fitur HP yang mendukung kinerja seseorang. Bisa saja pada saat konsumen pesan warna dia tulis di note, kemudian pada saat brosur habis dia bisa searching di web dan menunjukan produk yang diinginkan konsumen. Sederhana memang, tapi jika belajar dari Joe Girrad The best salesman in the World, bahwa seorang salesman harus membawa perlengkapan yang menunjang penjualan kepada konsumen. 

Contoh, anda bisa saja memperlihatkan produk lewat HP anda pada saat brosur habis. Tapi itu hanya bersifat sementara. Saat konsumen nanti ingin membicarakan dengan keluarganya untuk membeli produk anda, masa harus searching terlebih dahulu. Berarti harus ada benda yang konsumen pegang pada saat anda berkunjung kerumahnya atau pada saat bertemu di pameran. Benda tersebut bisa brosur, pricelist atau kartu nama anda.

Jadi tidak selamanya urusan penjualan bisa selesai dengan HP anda. Pergunakanlah dengan baik, misalnya untuk menghitung setoran perbulan, menyimpan nomor HP konsumen atau memberikan ucapan selamat, memberi kabar promo produk anda kepada konsumen melalui sms (no broadcast ya).

 

Bawalah Buku Catatan Anda Bila Tersesat

Pada saat leader memberikan nasehat ada baiknya anda mencatat dalam sebuah buku catatan. Sehingga anda bisa melakukan perbaikan setiap harinya. karena si Leader pasti memberikan arahan pada saat anda menemukan jalan buntu untuk melakukan prospek atau deal dengan konsumen. Buku catatan juga bisa bermanfaat buat anda pada saat HP anda low bat dan anda tidak membawa powerbank. Buku catatan bisa anda jadikan juga sebagai panduan. 

Contoh : Jika anda seorang salesman motor, anda bisa catat berapa stok unit motor tipe A, B dan seterusnya perhari. atau anda bisa mencatat kasus-kasus dimana anda di tolak oleh leasing atau konsumen. Supaya tidak terulang kembali kasus tersebut. Bertanyalah kepada senior anda untuk mencari solusi. Jika senior tidak bisa anda bisa bertanya kepada leader anda. Harapannya anda mempunyai panduan pada saat tersesat. Tersesat disini maksudnya, pada saat anda mengalami penolakan atau keluhan konsumen, anda bisa melihat dalam buku catatan. Ingatlah orang indonesia cepat lupa dan susah mengingat.hehe..

So, mulailah dari sekarang untuk lebih prepare lagi pada saat melakukan proses penjualan. Dari mulai bertemu konsumen, presentasi produk sampai closing. Saat leader meminta anda lebih bersemangat lagi untuk mencari konsumen diawal bulan, lakukanlah! karena hari berganti hari,minggu berganti minggu itu cepat sekali. Lihat saja banyak terpidana yang sudah bebas padahal perasaan baru kemarin masuk penjara.

Pergunakan teknik jualan yang cerdas. Memadukan antara HP dan buku catatan anda sebaik-baiknya guna menunjang proses penjualan. 

Semoga bermanfaat ya sobat, persiapkan amunisi Anda sebaik mungkin sebelum terjun ke medan peperangan. Jadilah salesman cerdas!

 

Ahmad Madu

 

 

 

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment