Akhir Tahun Tiba, Rencanakan Pengembangan Dirimu
Akhir Tahun Tiba, Rencanakan Pengembangan Dirimu

       Memasuki akhir tahun, biasanya orang membuat banyak sekali perencanaan di tahun depan. Biasanya berupa gol sepanjang tahun yang ingin dicapai. Isi dari perencanaan tersebut biasanya berupa target-target yang akan direalisasikan hingga akhir tahun depan. Sebenarnya target semacam itu memang bagus karena membuat diri kita lebih fokus. Namun pada kenyataannya, kadang hampir semua target kita tidak tercapai hanya karena diri kita tidak benar-benar komitmen untuk mencapainya.  Pertanyaan pun muncul, apakah target kita terlalu berlebihan? atau kita tidak menyiapkan ilmu yang banyak guna mencapai target tersebut?

         Tatkala kita berangan-angan untuk meraih impian dan target, kita perlu menyadari bahwa kita perlu mental yang kuat dan pengetahuan yang lebih banyak. Masalahnya, banyak orang pencapaiannya terbatas lantaran pengetahuannya terbatas pula. Alhasil cara yang mereka lakukan untuk mencapai target tersebut masih menggunakan cara yang sama. Mereka berpikir, dengan kerja semakin keras, hasilnya akan semakin banyak. Persoalannya, dengan kemampuan terbatas, bekerja semakin keras, hanya akan menghasilkan hasil yang sama. Karena itulah kemampuan perlu ditingkatkan. Dalam konteks pengembangan diri, pengetahuan dan kemampuan kita pun perlu di upgrade.

 

columbus          Takjub Karena Tidak Tahu

         Dikisahkan, ketika sampai di daratan Amerika, Christoper Columbus ditangkap oleh penduduk pribumi. Konon, menurut legenda, banyak penduduk pribumi yang masih tergolong kanibal. Columbus dan teman-temannya pun akan menjadi sasaran santap mereka. Untuk menyelamatkan diri dan teman-temannya, Columbus berkata bahwa ia bisa melenyapkan matahari. Orang-orang pribumi itu sontak tertawa saat mendengar perkataan Columbus. Columbus pun berjanji akan melakukannya jika diberi waktu yang tepat.

         Tatkala waktunya tiba, eng..ing..eng... Columbus tiba-tiba berkomat-kamit dan menunjuk ke matahari. Selang beberapa saat kemudian, ternyata memang langit menjadi gelap seakan matahari lenyap. Penduduk pribumi langsung ketakutan. Lantas, mereka meminta Columbus mengembalikan matahai mereka.  Sejak itu pula, mereka tunduk dan menghargai Columbus.

         Apa yang dikisahkan diatas, memang tampak menakjubkan dan mengherankan seperti sihir. Namun, bagi yang tahu rahasia Columbus, ini bukanlah sesuatu yang sangat istimewa. Apa rahasianya? Rahasianya, Columbus sudah tahu soal penanggalan dan bisa berhitung kapan akan terjadi gerhana matahari total. Waktu itu yang ia pilih untuk membuat mataharinya tampak lenyap.

         Kisah Columbus dapat dianalogikan dengan kisah orang-orang yang membuat kita takjub. Kita kagum, kita salut karena kemampuan serta keahlian mereka. Rasa takjub ini bisa jadi berupa rasa takjub bagaimana mereka bisa mencapai begitu banyak, menghasilkan begitu banyak, ataupun begitu sukses. Namun, persoalannya seringkali bukan karena mereka ini keturunan dewa atau sudah digariskan sukses. Namun, semata-mata karena pengetahuan dan pemahan mereka lebih baik dan lebih banyak.

         Itulah alasan utama mengapa kita perlu pemahaman serta perlu belajar dan mengembangkan diri kita lebih baik. Mari jadikan moment pergantian tahun ini menjadi motivasi untuk menyusun rencana pengembangan diri yang sungguh-sungguh menjadi komitmen Anda untuk melaksanakannya.

 

Mari Mengembangkan Diri

devlop         Pertama dan paling utama adalah mengosongkan isi pikiran kita. Anda mungkin masih ingat dengan kisah seorang guru Zen yang terus-menerus mengisi cangkir sampai penuh di depan seorang pejabat yang mau belajar darinya. Ketika si pejabat itu mengingatkan sang guru bahwa cangkirnya telah penuh, si guru lantas menjawab, "Nah, cangkir ini juga sama dengan pikiranmu. Jika cangkir ini sudah penuh, apa pun yang kita isikan ke dalamnya akan tumpah. Begitu juga pikiranmu." Kisah si guru itu juga mengingatkan perlunya kita mengosongkan pikiran, dalam arti belajar untuk selalu rendah hati.

         Dalam pengalaman saya menjadi seorang trainer, saya memahami, hal yang tersulit adalah memberi materi kepada mereka yang isi kepalanya penuh serta merasa sudah tahu dan tidak perlu belajar lagi. Pernah suatu ketika, ada pimpinan organisasi di salah satu instansi pemerintahan yang ikut training saya. Dia berkata, "saya merasa sudah tahu apa yang akan diajarkan. Saya hadir disini tidak untuk mendapatkan ilmu dari Bapak. Saya cuma ingin tahu bagaimana sih.. Pak Ahmad Madu itu mengajar." Wih..... bisa dibayangkan, dengan sikap mental seperti itu, apa yang akan dipelajari si pimpinan itu sepanjang hari.

         Kedua yakni merencanakan pertemuan dan perkenalan dengan orang baru. Terkadang, orang baru menawarkan peluang baru dan pembelajaran baru. Sayang, kita cenderung suka dengan teman dan sahabat yang itu-itu saja sehingga kita tidak banyak berkembang. Padahal, ada banyak orang yang lebih hebat, lebih pintar, dan lebih bijak yang sebenarnya bisa kita ajak berteman dan akhirnya bisa belajar darinya.

         Ketiga adalah dengan mendengar, membaca atau melihat media yang bermanfaat. Tentu saja, hal yang paling murah meriah untuk mengembangkan diri dan kemampuan kita dalam bidang apa pun adalah lewat membaca. Ketika ada kesempatan, pengembangan diri juga bisa melalui radio yang berisi talk show inspiratif yang hampir semua radio mempunyai acara ini. Saat ini, mau bidang apa pun, pasti ada referensi keilmuannya. Masalahnya sekarang, tinggal kita tertarik untuk mendalaminya atau tidak. 

         Sering kali orang ingin lebih sukses tapi tidak punya waktu sama sekali untuk mengembangkan diri termasuk dengan membaca atau pun belajar. Namun, tatkala bermain game, melakoni hiburan, mereka bisa meluangkan waktunya. Jika memang seperti itu, rasanya Anda harus bertanya kembali mengenai Passion dan target Anda. 

         Keempat yaitu dengan mengikuti event atau pun seminar. Kadangkala, untuk mencapai hasil yang lebih baik, kita memang harus berani menginvestasikan diri kita. Misalkan saja, setiap tahun mulai mengalokasikan hampir Rp. 15 juta hanya untuk membeli buku, mengikuti seminar, mengikuti workshop bahkan mengikuti sertifikasi. Nilai yang mungkin terdengar besar sebenarnya masih kecil dibandingkan para mentor atau coach luar biasa yang bisa mengalokasikan sampai Rp. 200 juta untuk pengembangan dirinya. Biaya yang telah dikeluarkan ini tidak ada artinya jika dibandingkan kemungkinan hasil berlipat ganda yang mungkin akan kita peroleh kembali di masa depan. 

         Prinsipnya, "You learn, before you earn (Kamu harus belajar sebelum kamu menghasilkan)."  Jadi pertanyaan diakhir tahun ini adalah, apa rencamu untuk mengembangkan dirimu?

 


Have a Great Day,

 

www.ahmadmadu.com

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment



nixqkelg

Jumat, 19 May 2017 | 19:11:30

1


viagra online

Sabtu, 11 March 2017 | 17:40:53

sildenafil citrate