Peliharalah Komunikasi Dengan Temanmu
Peliharalah Komunikasi Dengan Temanmu

 

            Ada sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh Kim No Uhn dalam Chicken Soup for the Soul. Kisah ini terjadi di suatu kamp militer yang dihuni oleh para tentara yang sedang menjalani latihan militer intensif. Suatu hari, saat para prajurit sedang duduk beristirahat, tiba-tiba sersan pelatih muncul. Lalu, tanpa aba-aba, ia melemparkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah kelompok prajurit muda itu. Dengan refleks yang terlatih, para prajurit lari berpencar. Ada yang melompat, ada yang tiarap, semuanya buru-buru mencari perlindungan. Setelah beberapa saat, granat itu ternyata tidak meledak. Sersan pelatih lantas mengatakan bahwa granat itu tidak aktif. Ia hanya ingin melihat reaksi refleks para prajuritnya.

            Keesokan harinya, seorang prajurit baru bergabung ke kelompok prajurit yang sedang menjalani latihan itu. Sebelumnya, sersan pelatih telah mengatakan kepada prajurit lainnya agar tidak memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi dalam latihan gerak refleks. Sebagaimana telah direncanakan, pada saat para prajurit sedang beristirahat, sersan pelatih muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka. Si prajurit baru, yang tidak tahu bahwa granat itu tidak aktif, langsung berteriak, kemudian ia menjatuhkan diri di atas granat dengan maksud agar ledakannya tidak sampai mencederai prajurit lainnya. Respon refleksnya justru membuat prajurit lainnya terkagum-kagum. Ia sangat jelas memiliki sikap mau berkorban demi keselamatan rekan-rekan sesama prajurit lainnya. Tahun itu, si prajurit baru dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada masa perang.

souldier

            Memang benar kalimat yang mengatakan, "teman terbaik adalah yang rela berkorban bagi temannya". Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada seorang pun yang sanggup hidup sendirian di dunia ini. Manusia selalu membutuhkan teman dimanapun ia berada. Konon mencari teman sangatlah mudah jika kita dalam keadaan senang dan tidak banyak masalah. Apalagi katakanlah kita dinobatkan sudah sukses oleh beberapa orang. Tidak perlu khawatir, orang akan datang menghampiri kita untuk berteman. Tetapi pada saat kita sedang mempunyai masalah, terjebak dalam kesulitan yang bertubi-tubi, sampai mengalami kesengsaraan, adakah yang masih setia mendampingi? Jika memang masih ada, kita bisa definisikan orang tersebut sebagai seorang teman.

            Teman yang baik adalah sosok yang menusuk kita di depan. Maksudnya, dia adalah orang yang berani mengkomunikasikan sebuah kritik dan saran langsung pada kita. Dia tidak membicarakan kejelekan kita dibelakang, apalagi menjadikan kejelekan kita sebagai bahan untuk bergosip. Dari teman kita dapat mendapatkan suatu keberkahan. Banyak orang yang sukses gara-gara uluran tangan temannya. Jadi, jika kita ingin sukses, mulailah untuk benar-benar memelihara komunikasi dengan teman yang bisa membawa kita pada kesuksesan.

            Jika kita ingin diperlakukan baik, maka kita sendiripun harus memperlakukan orang lain dengan baik. Dan cara paling ampuh adalah dengan komunikasi yang baik dengannya. Seperti tidak mengucapkan kata-kata kasar dan tidak bercanda yang bisa menyinggung perasannya. Teman yang baik tidak sungkan untuk memberikan nasihat kepada kita demi kemajuan. Jika mereka marah pun, marahnya tidak akan meledak-ledak, karena sudah mempunyai kedekatan dengan kita. Dan sebuah kedekatan bisa dibangun karena komunikasi yang baik. Dengan memelihara komunikasi yang baik dengan teman kita, pintu kesuksesan akan semakin terbuka. Bukankah untuk sukses harus mempunyai networking? Jika Anda setuju, peliharalah jalinan komunikasi dengan teman Anda. Karena networking berawal dari jalinan pertemanan.

 

Berikut Tips memelihara Komunikasi Yang Baik dengan teman Anda melalui 3M:

 1.   Memiliki mindset Selalu menghargai Siapa pun yang berkomunikasi denganmu

 Hargai setiap lawan bicara, siapapun yang sedang berbicara dengan Anda saat ini. Kadang dia lebih paham dengan hal tertentu yang belum kita ketahui sebelumnya. Simak baik-baik apa yang disampaikannya. Buatlah dirinya merasa penting dan berharga saat menyampaikan sesuatu. Jangan pernah terlalu sering melihat handphone ketika sedang berkomunikasi tatap muka dengannya. Kehadiran jiwa dan pikiran Anda bersamanya akan memperkuat jalinan emosional Anda dengannya. Ini sangat mempengaruhi kesuksesan dalam menjalin pertemanan.

 2.   Mengerti dengan apa yang dibicarakan

Dalam komunikasi, tentunya kita perlu mengerti apa yang sedang dibicarakan. Mencari kesamaan dengan lawan bicara pada saat membicarakan sebuah topik adalah proses yang menjadi bumbu kesuksesan komunikasi. Teman Anda akan semakin nyaman berbicara dengan Anda. Dan menurut dia Anda lah sosok yang berempati. Tidak adanya jargon atau istilah-istilah yang tidak umum digunakan pun, dapat berdampak meminimalkan miskomunikasi.

 3.   Menyisipkan Humor

Komunikasi kadang akan berjalan monoton. Maka diperlukan sebuah estetika baru untuk mempertahankan jalannya komunikasi efektif. Estetika yang bisa membuat komunikasi Anda tidak monoton adalah dengan humor. Humor bisa menjadi alat yang efektif dalam menyampaikan pesan. Humor juga dapat memecahkan kebekuan, mengisi jeda waktu luang yang tidak nyaman dan dapat pula membangun solidaritas grup menjadi lebih erat. Dengan menggunakan humor, ada pendapat bahwa kualitas hidup, kepuasan kerja dan kinerja meningkat. Namun penggunaan humor juga dapat berdampak positif dan negatif, maka dari itu penggunaan humor harus memperhatikan kepada siapa humor tersebut ditujukan dan mengetahui kapan waktu yang tepat dalam menggunakan humor. Jangan sampai Anda berniat untuk mencairkan suasana dalam komunikasi yang monoton, tapi justru malah membuat suasana komunikasi menjadi buruk.

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment