Harimau Dalam Toilet!
Harimau Dalam Toilet!

Berikut ini adalah sebuah kisah inspirasional paling menarik dari buku Tiger in The Toilet? To lived in Happy Ways karangan Ajay Kumar. Kisah ini juga dimuat dalam buku Anthony Dio Martin, Manajemen Intrapreneurship Kisah Pemburu dan Petani. Dalam kisah ini diceritakan tentang seekor harimau yang tersasar di suatu perusahaan. Karena ketakutan akan ditemukan, sang harimau bersembunyi di dalam toilet. Tak seorangpun memperhatikan toilet tersebut, karena jarang dipakai. Ternyata itu khusus toilet eksekutif. Setelah beberapa hari bersembunyi, sang harimau mulai kelaparan. Akhirnya, ia memutuskan untuk menyantap apa pun yang ditemukannya.

Pagi itu, Kepala HRD perusahaan masuk toilet. Betul-betul santapan yang lezat bagi sang harimau. Maka, setelah melihat situasi cukup aman, akhirnya si harimau tersebut langsung menerkam dan memakan habis si Kepala HRD. Berhari-hari setelah si Kepala HRD menghilang, ternyata perusahaan aman terkendali dan tidak terjadi keributan apapun. 

Dan, sang harimau pun lapar lagi. Kali ini ia menunggu korban kedua. Ternyata, korban tersebut adalah Vice President Special Project yang banyak mengurusi outsourching IT dan lain-lain. Ketika ia sedang menikmati aktivitas alaminya, ia pun diterkam dan dimakan oleh harimau itu. Suasana perusahaan itu tetap tenang, bahkan sampai berhari-hari setelah peristiwa itu, tidak ada yang geger dan merasa kehilangan dengan lenyapnya Kepala HRD maupun Vice President Special Project.

Lantas, untuk ketiga kalinya setelah beberapa hari lewat, sang harimau pun lapar lagi. Pagi itu, ternyata yang masuk adalah sang office boy. hari itu, sang office boy membersihkan toilet eksekutif tersebut. Setelah melihat situasi yang aman, sang harimau pun menerkam dan memakannya. Selang beberapa jam kemudian, perusahaan tersebut menjadi geger. Orang-orang mulai mencari sang office boy  yang hilang. Orang-orang yang membutuhkan fotokopi, dokumen-dokumen yang perlu diantar, tamu yang perlu dilayani, piring dan mangkuk bersih belum tersedia, membuat mereka sibuk mencari-cari sang office boy. Keamanan pun dikerahkan untuk mencari sang office boy. Semua orang akhirnya sibuk mencari sampai ke seluruh pelosok kantor. Justru karena sang harimau telah memakan sang office boy, perusahaan menjadi geger dan sampai akhirnya harimau itu ditemukan di toilet eksekutif.

Tentu saja, ini hanya cerita kiasan, tetapi cerita ini mengandung makna yang sangat berharga. Cerita ini menurut saya mengandung sindiran. Sindiran bagi pejabat dan pemimpin di perusahaan yang sibuk mengurusi dirinya sendiri tetapi tidak terlalu bermanfaat bagi lingkungannya. Saat mereka pergi tidak ada yang merasa membutuhkan mereka, karena mereka tidak pernah memberikan kontribusi besar bagi timnya. Sayang sekali bagi mereka yang pangkat dan posisinya tinggi, tetapi sebenarnya tidak bermanfaat sedikit pun bagi organisasi.     

 

Mungkin, akan lebih baik jika mereka tidak berada dalam organisasi tersebut. Jika kita renungkan cerita ini, menurut saya ini pun sebagai sindirin buat kita. Bagaimanakah peran kita bagi organisasi? Apakah orang-orang akan merasa kehilangan kita pada saat kita tidak ada? Apakah mereka akan mencari-cari kita atau membiarkan saja kita pergi karena toh organisasi tetap akan berjalan dengan baik tanpa kita? Jika demikian, saatnya kita berpikir tentang kontribusi yang selama ini bisa kita berikan bagi organisasi. Jangan sampai kita hanya menjadi benalu dalam organisasi atau senang mendapatkan promosi dan jabatan tinggi, tetapi tidak melakukan apapun. Jangan sampai mereka yang posisinya lebih rendah daripada kita, justru lebih memberikan kontribusi yang jauh lebih banyak bagi organisasi sekarang. 

Saat saya mengisi training di sebuah perusahaan, saya pernah bertanya kepada peserta training, "Sejak kapan Anda mulai bekerja?" Para peserta yang notabene adalah karyawan dengan cepat menanggapi, "Sejak BOS saya mengancam untuk memecat saya!"Hehe.... terus kontribusi Anda selama ini untuk perusahaan seperti apa? "Ya... sesuai instruksi kerja saja pak!" 

Mari menjadi manusia yang penuh dengan kontribusi. Karena sebaik-baiknya manusia adalah ia yang memberikan manfaat kepada yang lain dan organisasinya. Malu itu adalah..............................

SAAT KITA TIDAK BERKONTRIBUSI!

 

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment