Membangun KERINDUAN Membaca
Membangun KERINDUAN Membaca

Brian Tracy dalam artikelnya yang berjudul “the discipline of Reading” mengingatkan bahwa untuk tetap kompetitif saja, membaca hanya membuat kita setara, apalagi tanpa membaca. Tanpa membaca, kita akan semakin tertinggal dengan berbagai perkembangan yang terjadi di bidang yang kita geluti. Brian Tracy yang kini menjadi salah satu pembicara terkemuka serta motivator pengembangan diri yang dibayar mahal, menceritakan bagaimana dulunya sebagai seorang ‘drop out’ dari sekolah menengah atas, lantas hidup terkatung-katung sebagai pencuci piring dan pramusaji. Namun, akhirnya ia bisa mengubah hidupnya hingga menjadi salah satu CEO dari perusahaan dengan aset mencapai $265 juta. Apakah kiatnya? Tak lain, adalah karena tekadnya untuk belajar menjadi seorang otodidak dalam mengembangkan dirinya sendiri. Di waktu senggangnya, ia pakai untuk membaca dan belajar berbagai hal yang belum ja ketahui, atau hal-hal yang ia minati. Dengan bertambahnya pengalaman serta semakin bertambahnya pengetahuan yang ia miliki, ia pun menjadi narasumber yang sangat dipercaya oleh berbagai perusahaan. Karirnya pun melejit. Hal ini karena kebiasaannya untuk belajar, terutama dari buku-buku. 

 

Sahabat, sepenggal kisah dari Brian Tracy diatas semoga bisa menginspirasi kita semua akan pentingnya membaca. Begitu banyak pengetahuan atau informasi yang bisa Kita sampaikan kepada rekan kerja, teman bahkan kepada orang terkasih. Bahkan seorang Malcolm X, salah seorang pemimpin muslim di Amerika yang terkenal pernah berkata, “saya pernah berada di penjara Charlestown, dan saya merasa sulit mengungkapkan apa yang saya ingin katakan, saya tahu pengetahuan saya tentang kata-kata terbatas. Saat di penjara lah, saya gunakan waktu untuk belajar dengan membaca dan menulis. Saya sadar dengan membaca banyak sekali kosa kata baru yang saya bisa pakai untuk pidato dan komunikasi, dan itu sangat luar biasa. Saya sadar saya tidak punya gelar pendidikan dari mana pun. Akan tetapi pada saat wartawan dari London menelpon dan berkata, “Dimanakah almamater kamu?” Saya langsung menjawab, “Almamater saya adalah buku!”

Semoga tulisan ini berbuah manfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Have a Great Day!

 

Ahmad Madu

Fun Communicator

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment