Menjaga Vibrasi, Merawat Kebahagiaan
Menjaga Vibrasi, Merawat Kebahagiaan

              CoWorkerHint, sebuah situs di internet yang menerbitkan newsletter tentang teknik dan tips meningkatkan hubungan interpersonal, yakni Worksplace TipZineTM, menggambarkan empat perasaan penting yang harus disadari. Keempat sensasi emosi maupun tubuh yang penting tersebut, dianggap sering kali memicu reaksi-reaksi emosi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, alias destruktif. Keempat perasaan emosi dan tubuh itu disingkat dengan kata HALT, yakni : Hungry (lapar), Anger (marah). Lonely (kesepian), Tired (keletihan).

            Menurut CoWorkerHint, bila Anda telah merasakan keempat perasaan ini, sebaiknya Anda lebih berhati-hati, dan jika memungkinkan sebaiknya penuhi kebutuhan itu terlebih dahulu sebelum Anda masuk dalam proses komunikasi. Sebenarnya, Pak Antony dio Martin telah menambahkan huruf “S” sebagai bagian dari HALT, jadi HALTS (Hungry, anger, lonely, tired, sleepy). Menurutnya, faktor sleepy penting juga untuk kita perhatikan. Karena dalam keadaan mengantuk pun tak jarang diri kita tidak siap untuk diajak komunikasi. Masalah dari HALTS ini, sering kali membuat kita beremosi tinggi, tidak terkontrol dan akhirnya bertindak secara tidak rasional. Misalkan, jika Anda merasa lapar dan letih sebaiknya kebutuhan fisik tersebut dipenuhi terlebih dahulu, karena sering berpengaruh besar terhadap kualitas sikap dan tindakan yang Anda ambil.

             Waspadalah jika Anda dalam kondisi HALTS. Karena jika Anda dalam kondisi tersebut, bisa jadi komunikasi Anda dengan orang lain tidak akan terjalin dengan baik. Bayangkan jika Anda membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Sudah dapat dipastikan, Anda akan sulit membangun komunikasi dengan baik. Karena biasanya orang yang sedang dalam keadaan HALTS, memancarkan vibrasi emosi negatif. Orang lain yang ingin berkomunikasi dengan kita, bisa jadi berpikir ulang jika kita dalam vibrasi emosi negatif. Jika Anda yang memulai pembicaraan terlebih dahulu pun, orang lain tidak akan menerima Anda secara penuh jika Anda masih dalam keadaan memancarkan vibrasi emosi yang negatif.

 

Kenali Vibrasi Emosimu

                       Setelah meluncurnya buku The Secret karya Rhonda Byrne, ada suatu hukum alam yang banyak dibicarakan, yakni hukum vibrasi. Pernahkah Anda sadari pada saat Anda merasakan emosi tertentu, sebenarnya getaran emosi itu juga Anda pancarkan? jika belum yakin, mungkin Anda masih ingat pengalaman berkomunikasi dengan orang yang emosinya tergolong negatif. Setiap ketemu, orang tersebut marah-marah, komplain dan mengeluh. Walaupun mungkin Anda hanya berkomunikasi beberapa menit saja, tapi rasanya sudah lama. Dan setelah berkomunikasi dengannya, Anda pun merasakan capek dan langsung menarik nafas panjang, menahannya sebentar kemudian menghembuskannya. Rasanya lega... sekali.

 omega

            Atau malah Anda pernah mengalami, saat Anda sedang merasa capek, tetapi setelah berkomunikasi dengan seorang teman yang antusias, Anda pun tiba-tiba merasa suasana hati Anda pun jadi berubah antusias? Yes.. itulah efek-efek dari vibrasi emosi.

             Kenyataan memang menunjukkan bahwa emosi seseorang bergetar sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Tanpa sadar, emosi ini terpancar keluar dan bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita. Seorang ahli namanya Dr. David Hawkins dalam bukunya Power vs Force bahkan menjelaskan dan menggambarkan bagaimana vibrasi kita bisa berbeda-beda dalam gelombang dan warnanya. Perhatikan chart asli yang dibuat oleh Dr. David Hawkins yang disebutya sebagai The scale of consciousness”. Dan yang menarik, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orang hidup di gelombang 207, berarti sedikit di bawah angkat netral, yakni 205. Tidak mengherankan jika dikatakan bahwa kebanyakan orang sebenarnya hidup dalam vibrasi-vibrasi yang cenderung negatif!.

            Dalam penelitian ini pun dijelaskan bahwa tidak mengherankan saat ketika berada dalam kondisi down dan kita berada di sekitar orang yang vibrasi emosinya positif dan antusias, kita yang tadinya lemas akhirnya bisa menjadi begitu bersemangat. Sebaliknya, tatkala sedang dalam perasaan senang dan ceria tetapi berada di sekitar orang yang terus menerus mengeluh, komplain, marah-marah, akhirnya dalam sekejap kita akan merasakan energi kita pun seakan-akan tersedot menjadi memburuk. Ingat, hukum vibrasi emosi adalah emosi sangat bisa menular tergantung siapa yang kadar emosinya lebih tinggi. So, perhatikan lingkungan Anda!

            Untuk itulah, sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita agar mengendalikan vibrasi emosi. Kenyataan menunjukkan jika vibrasi emosi kita negatif maka yang muncul adalah perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan. Seperti, rasa sedih yang berlebihan, jengkel, cepat marah. Vibarasi emosi terendah dimiliki oleh emosi-emosi, seperti dendam. Sementara itu, saat berada pada emosi positif maka emosi-emosi yang kita rasakan cenderung lebih senang, ceria, damai, sejahtera dan cinta.

             Berbicara vibrasi positif, reaksi yang kita berikanpun jadinya akan berbeda jika dibandingkan dengan vibrasi emosi kita dalam kondisi yang negatif. Sebagai contoh, misalkan saat ini Anda akan bertemu dengan seseorang yang selama ini Anda rasa menyebalkan, banyak menuntut dan kurang mau mendengarkan. Bayangkan, sebelum bertemu dengan orang itu saja, Anda sudah berada pada vibrasi emosi negatif. Tidaklah mengherankan, saat bertemu dengan orang tersebut dan berkomunikasi maka reaksi Anda pun merasa capek dan kehilangan semangat. Sampai-sampai Anda ingin melahapnya! Akibatnya, ketika bereaksi terhadap kalimat dan sikapnya pun, Anda mungkin setengah hati, bahkan merasa jengkel dengan apa yang dikatakannya. Namun, bayangkan bagaimana saat bertemu dengan orang yang menyebalkan itu, vibrasi emosi Anda tetap dalam kondisi positif. Saya yakin Anda merasa tetap masih bisa menahan diri Anda dan memberikan respon positif.

 

            Ada beberapa tips jitu terkait dengan menjaga vibrasi positif ini yang dapat Anda lakukan untuk menjaga komunikasi tetap terjalin dengan baik di kehidupan sehari-hari.

 

  1. Waspadai vibrasi emosi orang-orang di sekitar Anda, khususnya yang rendah dan cenderung lebih negatif karena Anda bisa terpengaruh oleh mereka.
  2. Ingatlah bahwa vibrasi emosi Anda adalah hasil pilihan Anda saat ini. Jadi, setiap saat dan setiap waktu sebenarnya Anda bisa memilih, Anda ingin bervibrasi pada emosi positif atau negatif.
  3. Janganlah membiarkan diri Anda dikendalikan oleh vibrasi-vibrasi emosi dari orang-orang disekeliling Anda. Tanamkan self talk positif dalam pikiran Anda sebagai benteng agar energi positif tidak mudah habis. Karena dengan cara tersebut, Anda akan selalu siap untuk berkomunikasi dengan siapa saja.
  4. Sadari dan hati-hatilah dengan berbagai situasi maupun hal-hal yang bisa membiarkan pengaruh negatif terhadap vibrasi Anda. Seperti misalnya, media-media yang negatif, media sosial yang isinya semua keluhan dari teman-teman Anda, siaran sinetron yang tidak mendidik serta berbagai kisah dan cerita yang sebenarnya negatif, semuanya bisa mengubah vibrasi emosi Anda menjadi sangat negatif sekali akhirnya.

 

Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi siapa pun yang membacanya.

 

Have a great day!

Ahmad Madu

Fun Communicator

 

Share With :

Facebook LinkedIn Twitter
LEAVE A REPLY

Name

Email

Comment